Langsung ke konten utama

Stasiun Bandung Merupakan Saksi Bisu Perkembangan Kota Kembang

 

Stasiun Bandung 2024 (Sumber: Fanessa Innadzaki)

Bandung, 2 Mei 2024 – Di balik gemerlapnya Kota Kembang, tersimpan sebuah kisah sejarah yang tak banyak diketahui. Di jantung kota, berdiri kokoh Stasiun Bandung, saksi bisu perjalanan panjang kota ini. Di balik arsitekturnya yang menawan, terukir jejak sejarah yang tak ternilai. Stasiun Bandung, monumen bersejarah yang telah berdiri kokoh selama lebih dari 130 tahun, menyimpan kisah-kisah menarik tentang peradaban, kolonialisme, dan perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Stasiun Bandung, yang dulunya dikenal sebagai Stasiun Kereta Api Andir, pertama kali dibangun pada tahun 1883 oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS). Pembangunannya menjadi penanda dimulainya era baru transportasi di Bandung, menghubungkan kota ini dengan Batavia (Jakarta) dan kota-kota lainnya di Jawa.

Bangunan stasiun ini dirancang oleh arsitek Belanda, H.F.L. Van Hemert, dengan gaya arsitektur Art Deco yang khas. Ciri khas arsitektur ini terlihat pada bentuk bangunan yang geometris, penggunaan material seperti beton dan baja, serta ornamen-ornamen yang dekoratif.

Di tahun 1945, Stasiun Bandung menjadi saksi bisu proklamasi kemerdekaan Indonesia di Jawa Barat. Bendera Merah Putih dikibarkan dengan penuh semangat di depan stasiun, menandai dimulainya era baru bagi bangsa Indonesia.

Stasiun Bandung tidak hanya berfungsi sebagai tempat transit, tetapi juga menjadi saksi bisu berbagai peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Pada masa penjajahan Belanda, stasiun ini menjadi titik awal pemberontakan Sunda Wiwaha di tahun 1919.

Stasiun Bandung telah menjadi saksi bisu berbagai peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Pada masa penjajahan Belanda, stasiun ini menjadi gerbang masuk bagi para penjajah dan barang dagangan mereka. Di masa kemerdekaan, stasiun ini menjadi tempat berkumpulnya para pejuang kemerdekaan dan rakyat yang menyambut kemerdekaan.

Stasiun Bandung bukan hanya sekedar tempat pemberhentian kereta api. Stasiun ini telah menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat Bandung. Di sini, banyak cerita dan kenangan terukir. Stasiun ini menjadi tempat pertemuan, perpisahan, dan awal dari berbagai perjalanan.

Seiring perkembangan zaman, Stasiun Bandung telah mengalami beberapa kali renovasi dan modernisasi. Namun, arsitektur aslinya masih dipertahankan dengan baik. Hal ini menjadikan Stasiun Bandung sebagai salah satu ikon heritage ternama di Bandung.

Saat ini, Stasiun Bandung telah menjadi salah satu destinasi wisata sejarah di Bandung. Banyak wisatawan yang datang untuk melihat arsitekturnya yang indah dan mempelajari sejarahnya yang panjang. Di sini, pengunjung juga dapat menikmati berbagai fasilitas modern seperti kafe, restoran, dan toko souvenir.

Stasiun Bandung akan terus memainkan peran penting dalam kehidupan masyarakat Bandung. Di masa depan, stasiun ini diharapkan dapat menjadi pusat transportasi yang modern dan efisien, serta menjadi ikon heritage yang terus dilestarikan. Kemegahan arsitekturnya dan nilai sejarahnya yang tinggi menjadikan Stasiun Bandung sebagai destinasi wisata yang wajib dikunjungi bagi para pencinta sejarah dan budaya.

Ingin menyelami lebih dalam kisah Stasiun Bandung? Kunjungi stasiun bersejarah ini dan rasakan atmosfernya yang istimewa. Jelajahi museum kereta api, temukan spot foto Instagramable, dan nikmati kuliner khas Bandung di sekitarnya. Liburan tanpa pusing? Bandung solusinya.


By : FNI

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MUMUSO Braga Bandung: Destinasi Belanja Terbaru dengan Konsep Unik dan Produk Berkualitas

  Kondisi MUMUSO Braga (Sumber Pribadi) Bandung, 14 Juni 2024 – Kota Bandung kembali menambah daya tariknya dengan hadirnya MUMUSO, gerai retail internasional yang dikenal dengan konsep unik dan produk berkualitas. Bertempat di Braga City Walk, MUMUSO menawarkan pengalaman belanja yang menyenangkan dengan beragam produk mulai dari peralatan rumah tangga, kecantikan, hingga aksesoris yang modern, dan stylish MUMUSO, yang berasal dari Korea Selatan, telah membuka gerai barunya di jantung Kota Bandung, tepatnya di Braga City Walk. Dengan desain toko yang menarik dan suasana yang nyaman, MUMUSO Braga Bandung diharapkan menjadi destinasi belanja favorit bagi masyarakat Bandung dan wisatawan yang berkunjung. Gerai ini menawarkan berbagai macam produk berkualitas dengan harga yang terjangkau. Produk-produk yang dijual di MUMUSO mencakup peralatan rumah tangga, produk kecantikan, alat tulis, mainan, aksesoris, dan barang-barang elektronik kecil. Salah satu daya tarik utama dari MUMUSO a...

Serunya Berburu Tiramisusu Viral di Jalan Braga, Bandung Jawa Barat

  Bandung, 30 Maret 2024 – Tiada lain tiada bukan, siapa yang tidak mengenal oleh-oleh terkenal dari kota Kembang ini? Yap, Tiramisusu yang berada di salah satu jalan Braga, Bandung. Belakangan ini, keberadaan kuliner kekinian berbahan dasar coklat, tiramisu, dan susu tersebut tengah menjadi buah bibir di kalangan pecinta kuliner manis, Antrian panjang tak terelakkan setiap harinya, menjadi bukti akan popularitas Tiramisusu Braga yang kian melejit. Rahasia di balik keviralannya terletak pada perpaduan rasa yang unik dan tampilannya yang menarik. Perpaduan rasa coklat, tiramisu, dan susu menghasilkan sebuah sensasi rasa manis dan gurih yang memanjakan lidah. Ditambah dengan topping kekinian seperti oreo dan remahan coklat, Tiramisusu Braga menjadi hidangan penutup yang sempurna. Perbesar Foto:Snow Mountain (dok. Fanessa) Kepopuleran Tiramisusu Braga tak hanya menjadikannya sebagai jajanan kekinian favorit, tetapi juga destinasi kuliner baru di Kota Bandung. Kedai ini terletak di Jal...

Menelusuri Jejak Sejarah di Titik Nol Kilometer Stasiun Bandung: Warisan Kolonial yang Masih Berdiri Kokoh

  Bandung, 2 Mei 2024 – Di tengah hiruk pikuk Kota Kembang, berdiri megah Stasiun Bandung, saksi bisu perjalanan sejarah panjang kota ini. Di balik arsitekturnya yang menawan, terdapat kisah menarik tentang titik nol kilometer yang menjadi simbol awal penjelajahan di Jawa Barat. Dibangun pada tahun 1883, Stasiun Bandung awalnya dikenal sebagai Stasiun Andir. Dibangun atas prakarsa Andries Adrien De Clerq, seorang pengusaha Belanda, stasiun ini menjadi gerbang utama menuju Priangan Timur dan Jawa Barat. Seiring perkembangan zaman, nama stasiun ini diubah menjadi Stasiun Bandung pada tahun 1910. Di depan Stasiun Bandung, terdapat sebuah monumen kecil dengan tulisan "0 KM". Monumen ini menandakan titik nol kilometer jalur kereta api di Jawa Barat. Dari titik ini, terbentang rel kereta api yang menghubungkan berbagai kota di Jawa Barat, membuka akses perdagangan dan mempermudah mobilitas penduduk. Stasiun Bandung bukan hanya stasiun biasa. Di sini, terjalin kisah-kisah sejarah, ...