Langsung ke konten utama

SELAMAT DATANG MEI, BULAN PERLAWANAN: Ratusan Buruh Bandung Raya Berunjuk Rasa di Monumen Juang

 

Gambar dari Google (palu.tribunnews.com)

Bandung, 1 Mei 2024 – Ribuan buruh dari berbagai serikat buruh di Bandung Raya memadati Monumen Juang pada pagi hari ini untuk memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day. Aksi unjuk rasa ini berlangsung dengan damai dan tertib, diwarnai dengan semangat perjuangan dan solidaritas antar buruh.

Sejak pagi hari, massa sudah berbondong-bondong menuju Monumen Juang membawa berbagai spanduk dan poster. Suasana aksi unjuk rasa berlangsung dengan tertib dan damai. Massa menyuarakan berbagai tuntutan, seperti upah layak, jam kerja yang manusiawi, jaminan kesehatan dan keselamatan kerja, serta penolakan terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang merugikan buruh, seperti Omnibus Law Cipta Kerja.

Aksi unjuk rasa ini mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat, seperti mahasiswa, aktivis, dan organisasi masyarakat sipil. Suara yel-yel dan lagu perjuangan buruh terdengar lantang menggema di sepanjang jalan.

Seruan aksi May Day 2024 yang tertuang dalam Surat Himbauan Aksi pada tanggal 25 April 2024, mendorong Dewan Eksekutif Nasional Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (DEN KSBSI) untuk menyuarakan 6 tuntutan utama:

  1. Tindaklanjuti rekomendasi sidang ILO 2023 terkait Undang-Undang Cipta Kerja.
  2. Perbaiki sistem pengupahan bagi buruh.
  3. Cabut Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).
  4. Tolak klaim kepemilikan dana Jaminan Hari Tua (JHT) oleh negara.
  5. Revisi Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021.
  6. Junjung tinggi hak asasi buruh untuk berserikat dan berunding.

Para buruh berharap pemerintah dan pengusaha dapat mendengar dan memperhatikan tuntutan mereka. Mereka meminta agar pemerintah dan pengusaha dapat menciptakan kondisi yang lebih adil dan sejahtera bagi buruh di Indonesia.

May Day di Bandung Raya tahun ini berlangsung dengan penuh semangat dan solidaritas. Aksi unjuk rasa ini menunjukkan bahwa buruh adalah kekuatan yang harus diperhitungkan dan mereka tidak akan gentar untuk memperjuangkan hak-hak mereka.

Jangan lupa untuk follow dan tag akun @aksikamisanbdg untuk mendapatkan informasi terbaru!

By : FNI

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MUMUSO Braga Bandung: Destinasi Belanja Terbaru dengan Konsep Unik dan Produk Berkualitas

  Kondisi MUMUSO Braga (Sumber Pribadi) Bandung, 14 Juni 2024 – Kota Bandung kembali menambah daya tariknya dengan hadirnya MUMUSO, gerai retail internasional yang dikenal dengan konsep unik dan produk berkualitas. Bertempat di Braga City Walk, MUMUSO menawarkan pengalaman belanja yang menyenangkan dengan beragam produk mulai dari peralatan rumah tangga, kecantikan, hingga aksesoris yang modern, dan stylish MUMUSO, yang berasal dari Korea Selatan, telah membuka gerai barunya di jantung Kota Bandung, tepatnya di Braga City Walk. Dengan desain toko yang menarik dan suasana yang nyaman, MUMUSO Braga Bandung diharapkan menjadi destinasi belanja favorit bagi masyarakat Bandung dan wisatawan yang berkunjung. Gerai ini menawarkan berbagai macam produk berkualitas dengan harga yang terjangkau. Produk-produk yang dijual di MUMUSO mencakup peralatan rumah tangga, produk kecantikan, alat tulis, mainan, aksesoris, dan barang-barang elektronik kecil. Salah satu daya tarik utama dari MUMUSO a...

Serunya Berburu Tiramisusu Viral di Jalan Braga, Bandung Jawa Barat

  Bandung, 30 Maret 2024 – Tiada lain tiada bukan, siapa yang tidak mengenal oleh-oleh terkenal dari kota Kembang ini? Yap, Tiramisusu yang berada di salah satu jalan Braga, Bandung. Belakangan ini, keberadaan kuliner kekinian berbahan dasar coklat, tiramisu, dan susu tersebut tengah menjadi buah bibir di kalangan pecinta kuliner manis, Antrian panjang tak terelakkan setiap harinya, menjadi bukti akan popularitas Tiramisusu Braga yang kian melejit. Rahasia di balik keviralannya terletak pada perpaduan rasa yang unik dan tampilannya yang menarik. Perpaduan rasa coklat, tiramisu, dan susu menghasilkan sebuah sensasi rasa manis dan gurih yang memanjakan lidah. Ditambah dengan topping kekinian seperti oreo dan remahan coklat, Tiramisusu Braga menjadi hidangan penutup yang sempurna. Perbesar Foto:Snow Mountain (dok. Fanessa) Kepopuleran Tiramisusu Braga tak hanya menjadikannya sebagai jajanan kekinian favorit, tetapi juga destinasi kuliner baru di Kota Bandung. Kedai ini terletak di Jal...

Menelusuri Jejak Sejarah di Titik Nol Kilometer Stasiun Bandung: Warisan Kolonial yang Masih Berdiri Kokoh

  Bandung, 2 Mei 2024 – Di tengah hiruk pikuk Kota Kembang, berdiri megah Stasiun Bandung, saksi bisu perjalanan sejarah panjang kota ini. Di balik arsitekturnya yang menawan, terdapat kisah menarik tentang titik nol kilometer yang menjadi simbol awal penjelajahan di Jawa Barat. Dibangun pada tahun 1883, Stasiun Bandung awalnya dikenal sebagai Stasiun Andir. Dibangun atas prakarsa Andries Adrien De Clerq, seorang pengusaha Belanda, stasiun ini menjadi gerbang utama menuju Priangan Timur dan Jawa Barat. Seiring perkembangan zaman, nama stasiun ini diubah menjadi Stasiun Bandung pada tahun 1910. Di depan Stasiun Bandung, terdapat sebuah monumen kecil dengan tulisan "0 KM". Monumen ini menandakan titik nol kilometer jalur kereta api di Jawa Barat. Dari titik ini, terbentang rel kereta api yang menghubungkan berbagai kota di Jawa Barat, membuka akses perdagangan dan mempermudah mobilitas penduduk. Stasiun Bandung bukan hanya stasiun biasa. Di sini, terjalin kisah-kisah sejarah, ...