Langsung ke konten utama

Liburan Seru di Hutan Pinus yang Bercahaya


tiktok @irachaerunisaa

Lembang, Jawa Barat - Bagi para pecinta wisata alam, bersiaplah untuk terpesona dengan Hutan Mycelia Grafika Cikole! Objek wisata yang terletak di Lembang ini menawarkan pengalaman unik untuk menjelajahi hutan pinus yang dihiasi dengan lampu-lampu berbentuk jamur berwarna-warni.

Memasuki Hutan Mycelia, pengunjung akan disuguhkan dengan pemandangan yang menakjubkan. Pohon-pohon pinus yang menjulang tinggi dihiasi dengan lampu-lampu LED berbentuk jamur dalam berbagai warna, menciptakan suasana magis dan instagramable. Lampu-lampu ini tidak hanya indah, tetapi juga hemat energi dan ramah lingkungan.

Selain keindahan alamnya, Hutan Mycelia juga memiliki unsur edukasi. Di sini, pengunjung akan dijelaskan mengenai jamur dan peran pentingnya bagi kehidupan. Terdapat informasi tentang jenis-jenis jamur, manfaat jamur, dan cara budidaya jamur. Pengunjung juga dapat melihat langsung jamur yang ditanam di area Hutan Mycelia.

Selain menikmati keindahan hutan yang bersinar, pengunjung Hutan Mycelia juga dapat mencoba berbagai wahana menarik, seperti:

  • Jembatan Gantung: Berjalanlah di atas jembatan gantung yang kokoh dan rasakan sensasi petualangan di tengah hutan.
  • Lorong Lampu: Jelajahi lorong yang dihiasi dengan lampu-lampu warna-warni dan temukan spot foto unik untuk mengabadikan momen.
  • Taman Lampu: Bersantai di taman yang dihiasi dengan berbagai bentuk lampu dan nikmati suasana malam yang romantis.
  • Air Terjun Mini: Dengarkan suara gemericik air terjun mini dan rasakan kesejukan udara di tengah hutan.
  • Kafe dan Restoran: Cicipi berbagai kuliner khas Sunda di kafe dan restoran yang tersedia di Hutan Mycelia.
Di sini, enam ras istimewa bekerja sama dalam harmoni, menjaga keseimbangan hutan dan kelestarian alam. Mari kita selami lebih dalam peran dan keistimewaan mereka:

1. Ras Jala: Sang Penghubung

Jala, para operator komunikasi ulung, bagaikan benang sutra yang menjalin hubungan antar penghuni hutan. Mereka menerjemahkan bisikan angin, desiran dedaunan, dan kicauan burung, menjadi jembatan komunikasi yang mempererat hubungan antar bangsa.

2. Ras Jaga: Penjaga Keberanian

Jaga, para Jagalawan gagah berani, menjadi pelindung setia bagi seluruh penghuni hutan. Kekuatan mereka mampu menangkal segala hawa jahat yang mengancam keseimbangan alam, menjaga keharmonisan dan kedamaian di Hutan Mycelia.

3. Ras Tata: Sang Pengatur

Tata, para penjaga stabilitas tanah, bagaikan maestro yang mengatur aliran air dan mencegah erosi. Sentuhan mereka memastikan kesuburan tanah dan kelestarian sumber air, menjadi fondasi kehidupan bagi seluruh makhluk hidup di hutan.

4. Ras Daur: Pengantar Jiwa

Daur, para pemandu jiwa yang bijaksana, mengantar arwah para penghuni hutan yang telah menyelesaikan perjalanannya di dunia. Dengan penuh kasih dan kelembutan, mereka menuntun jiwa-jiwa menuju alam baka, memastikan transisi yang damai dan penuh makna.

5. Semai: Penabur Kehidupan

Semai, para penebar benih kehidupan, bagaikan lebah yang rajin menyebarkan spora ke seluruh penjuru hutan. Dengan kegigihan dan semangat mereka, benih-benih baru disebarkan, menumbuhkan tunas-tunas baru dan melestarikan keanekaragaman hayati di Hutan Mycelia.

6. Portal Sakrabaha: Gerbang Dimensi

Portal Sakrabaha, gerbang magis yang menghubungkan Hutan Mycelia dengan dimensi lain, membuka gerbang petualangan dan kemungkinan tak terbatas. Melalui portal ini, para penghuni hutan dapat menjelajahi dunia baru, menjalin pertemanan, dan berbagi pengetahuan, memperkaya kehidupan mereka dengan pengalaman tak ternilai.

Menjelajahi Hutan Mycelia lebih dari sekadar objek wisata, Hutan Mycelia menawarkan pengalaman imersif yang tak terlupakan. Di sini, Anda dapat bersentuhan langsung dengan alam magis, belajar tentang keunikan enam ras, dan merasakan energi positif yang memancar dari Portal Sakrabaha.

Tips Berkunjung:

  • Pengunjung disarankan untuk memakai pakaian yang hangat dan nyaman karena cuaca di Hutan Mycelia bisa dingin di malam hari.
  • Bawalah kamera untuk mengabadikan momen indah di Hutan Mycelia.
  • Hutan Mycelia memang didesain untuk dinikmati pada malam hari. Lampu-lampu dan dekorasi yang indah akan membuat suasana semakin memukau.
  • Selalu patuhi aturan yang berlaku di Hutan Mycelia untuk menjaga kelestarian alam dan kenyamanan bersama.

Informasi Lebih Lanjut:

  • Alamat: Terminal Wisata Grafika Cikole, Jalan Raya Lembang No.336, Ciburial, Cimenyan, Bandung Barat, Jawa Barat 40192
  • Jam buka: 18.00 - 22.00 WIB
  • Harga tiket: Rp50.000 per orang
  • Website: https://www.grafikacikole.com/hutan-mycelia/#

Ayo, bersiaplah untuk menjelajahi Hutan Mycelia dan temukan keajaiban yang menanti!



Komentar

Postingan populer dari blog ini

MUMUSO Braga Bandung: Destinasi Belanja Terbaru dengan Konsep Unik dan Produk Berkualitas

  Kondisi MUMUSO Braga (Sumber Pribadi) Bandung, 14 Juni 2024 – Kota Bandung kembali menambah daya tariknya dengan hadirnya MUMUSO, gerai retail internasional yang dikenal dengan konsep unik dan produk berkualitas. Bertempat di Braga City Walk, MUMUSO menawarkan pengalaman belanja yang menyenangkan dengan beragam produk mulai dari peralatan rumah tangga, kecantikan, hingga aksesoris yang modern, dan stylish MUMUSO, yang berasal dari Korea Selatan, telah membuka gerai barunya di jantung Kota Bandung, tepatnya di Braga City Walk. Dengan desain toko yang menarik dan suasana yang nyaman, MUMUSO Braga Bandung diharapkan menjadi destinasi belanja favorit bagi masyarakat Bandung dan wisatawan yang berkunjung. Gerai ini menawarkan berbagai macam produk berkualitas dengan harga yang terjangkau. Produk-produk yang dijual di MUMUSO mencakup peralatan rumah tangga, produk kecantikan, alat tulis, mainan, aksesoris, dan barang-barang elektronik kecil. Salah satu daya tarik utama dari MUMUSO a...

Serunya Berburu Tiramisusu Viral di Jalan Braga, Bandung Jawa Barat

  Bandung, 30 Maret 2024 – Tiada lain tiada bukan, siapa yang tidak mengenal oleh-oleh terkenal dari kota Kembang ini? Yap, Tiramisusu yang berada di salah satu jalan Braga, Bandung. Belakangan ini, keberadaan kuliner kekinian berbahan dasar coklat, tiramisu, dan susu tersebut tengah menjadi buah bibir di kalangan pecinta kuliner manis, Antrian panjang tak terelakkan setiap harinya, menjadi bukti akan popularitas Tiramisusu Braga yang kian melejit. Rahasia di balik keviralannya terletak pada perpaduan rasa yang unik dan tampilannya yang menarik. Perpaduan rasa coklat, tiramisu, dan susu menghasilkan sebuah sensasi rasa manis dan gurih yang memanjakan lidah. Ditambah dengan topping kekinian seperti oreo dan remahan coklat, Tiramisusu Braga menjadi hidangan penutup yang sempurna. Perbesar Foto:Snow Mountain (dok. Fanessa) Kepopuleran Tiramisusu Braga tak hanya menjadikannya sebagai jajanan kekinian favorit, tetapi juga destinasi kuliner baru di Kota Bandung. Kedai ini terletak di Jal...

Menelusuri Jejak Sejarah di Titik Nol Kilometer Stasiun Bandung: Warisan Kolonial yang Masih Berdiri Kokoh

  Bandung, 2 Mei 2024 – Di tengah hiruk pikuk Kota Kembang, berdiri megah Stasiun Bandung, saksi bisu perjalanan sejarah panjang kota ini. Di balik arsitekturnya yang menawan, terdapat kisah menarik tentang titik nol kilometer yang menjadi simbol awal penjelajahan di Jawa Barat. Dibangun pada tahun 1883, Stasiun Bandung awalnya dikenal sebagai Stasiun Andir. Dibangun atas prakarsa Andries Adrien De Clerq, seorang pengusaha Belanda, stasiun ini menjadi gerbang utama menuju Priangan Timur dan Jawa Barat. Seiring perkembangan zaman, nama stasiun ini diubah menjadi Stasiun Bandung pada tahun 1910. Di depan Stasiun Bandung, terdapat sebuah monumen kecil dengan tulisan "0 KM". Monumen ini menandakan titik nol kilometer jalur kereta api di Jawa Barat. Dari titik ini, terbentang rel kereta api yang menghubungkan berbagai kota di Jawa Barat, membuka akses perdagangan dan mempermudah mobilitas penduduk. Stasiun Bandung bukan hanya stasiun biasa. Di sini, terjalin kisah-kisah sejarah, ...