Pusat Kota Bandung yang kini dihiasi ikon heritage baru bernama POSCO. Gedung bersejarah yang dahulunya menjadi Kantor Pos Besar di era kolonial, kini menjelma megah setelah direnovasi total. Memadukan unsur klasik dan modern dalam desainnya, POSCO mengajak wisatawan menikmati pengalaman berwisata bergengsi di tengah kota.
| Gambar dari baiknyadibaca.blogspot.com |
Dibangun selama 3 tahun pada tahun 1928-1931 oleh J. Van Gent untuk menjadi kantor pos, telegraf, dan telepon kala itu. Terletak berdekatan dengan Masjid Raya Bandung, Hotel Swarha, dan bekas penjara Banceuy. Menyambangi Gedung Kantor Pos Besar di Kawasan Asia Afrika-Banceuy ibarat menjelajah kejayaan masa lalu sekaligus menikmati kemolekan arsitektur khas modern fungsional (Art Deco Geometric) yang masih terpelihara secara utuh dengan bentuk yang langka dan unik.
Gedung
bersejarah ini terletak di persimpangan strategis Jalan Asia Afrika dan Jalan
Banceuy pusat Kota Bandung, membuatnya sangat aksesibel bagi para pengunjung. Baik
dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum, wisatawan dapat
dengan mudahnya untuk mencapai titik lokasi. Jalan Asia Afrika dulunya dikenal
sebagai Postweg (Jalan Raya Pos), sebuah jalur 1.000 km yang dibangun pada masa
Gubernur Jendral Daendels yang membentang dari Anyer hingga Panarukan dan
melintasi Bandung.
Alamat dari Kantor Pos Besar Bandung secara
administratif berada di Jln. Asia
AfrikaNo.49, Kelurahan Braga, Kec. Sumur Bandung, Kota
Bandung. Di bagian salah satu kantor terdepat sumur pompa yang sudah dibangun
sejak tahun 1920-an, sumur ini merupakan sumur pertama untuk jenisnya di masa
Hindia Belanda. Menurut cerita turun-temurun, lokasi di mana gedung ini berdiri
memiliki sumber mata air yang menjadi andalan warga setempat serta para musafir
sejak abad ke-19. Tak heran jika tempat
ini kemudian berkembang menjadi area pertemuan atau tempat perjanjian di antara
informan dari Priangan dan Batavia, juga para pedagang yang melintas di kawasan
tersebut.
Gedung ini memiliki dua arah penglihatan dan mengarah kea arah Selatan sehingga terlihatnya hanya satu gedung saja. Kantor pos ini juga memiliki tiga pintu utama menghadap arah selatan, lantai pertama adanya tujuh jendela besar, sedangkan lantai dua terdapat tujuh jendela kecil. Kantor pos ini memiliki beberapa keunggulan dari kokohnya bahan bangunan untuk tembok dan lantainya. yang bikin unik dari bangunan ini memiliki atap berbahan baku besi yang kuat.
| Gambar diambil oleh Fanessa Innadzaki |
Pada HUT ke-277 Pos Indonesia Pos
Properti berkolaborasi dengan Pos Indonesia meresmikan POSCO tanggal 26 Agustus
2023. Dengan direnovasinya bangunan ini sebagai bentuk mengoptimalkan asset yang
ada didalamnya, bangunan ini juga merupakan temoat atau wadah untuk berkreativitas
bagi para industri kreatif..
Gedung ini dominan dengan cat bewarna
putih yang memiliki beberapa makna, yaitu:
-
Kesucian dan kemurnian arsitektur kolonial
Belanda, warna putih sering digunakan untuk melambangkan kesucian, kemurnian,
dan kebersihan. Ini sesuai dengan fungsi awal gedung ini sebagi kantor pos,
telegraf, dan telepon yang mewakili layanan komunikasi penting saat itu. Putih dapat melambangkan idealisme mulia dalam
menyediakan layanan komunikasi yang lancar.
-
Keformalan
dan Kejujuran warna putih juga diasosiasikan sebagai formal, kebenaran, dan
kejujuran. Sebagai salah satu institusi pemerintahan di masa kolonial, kantor
pos ini beroperasi secara profesional, transparan, dan berintegritas. Putih juga
bisa mewakili untuk semangat.
-
Kemegahan
dan Kesederhanaan Putih yang mendominasikan pada ornamen, pilar, dan bagian
arsiktektural lainnya bisa melambangkan kemegahan, keanggunan, dan kekayaan
gaya bangunan Indische pada masa itu.
-
Kebersihan
dan Profesionalisme warna putih bersih juga bisa mencerminkan prinsip
kebersihan, hygiene, dan profesionalisme dalam penyelenggaraan layanan pos pada
masa kolonial.
Jadi,
cat putih pada Gedung Kantor Pos Besar Bandung bisa bermakna luas sesuai dengan
nilai-nilai sejarah yang diwakili, seperti kemurnian, keanggunan, serta profesionalisme
layanan yang diusung institusi ini di masa lalu.
Acara
peresmian POSCO. Bandung dihadiri oleh Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo
dan Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi, dan didampingi oleh
Direktur Utama Pos Indonesia Faizal R. Djoemadi serta Direktur Pos Properti
Junita Roemawi.
Dilansir
dari web posproperti.co.id juga Kartika Wirjoatmodjo menyampaikan sesuatu, ”POS
IND Logistik Indonesia selanjutnya akan menjadi wajah baru dalam pelayanan Pos
Indonesia ke depan. Harapannya, sinergi di bidang logistik ini dapat mewujudkan
layanan logistik yang efisien dalam ekosistem digital. Dari sisi ekonomi, sinergi
ini diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi secara nasional serta menjadikan
stabilitas daya saing pasar logistik” ujar beliau saat sesi wawancara
berlangsung.
Kemajuan
teknologi jaman sekarang menjadi ladang untuk memperkenalkan dunia pada gedung
bersejarah ini. POSCO.
Bandung menjadi perusahaan yang berperan sebagai agent of collaboration
para penyedia jasa logistik untuk meningkatkan pelayanan yang berfokus pada commercial
dan service excellence.
Gedung dengan wajah baru ini juga dijadikan
ruang serba guna berkonsep placemaking. Bukan hanya sekedar tempat wisata, tetapi juga sarana
aktivitas publik seperti kuliner, pameran seni, konser musik, craft, dan
lain-lain. Semuanya dikemas dengan nuansa yang modern nan estetik, mencerminkan
kehidupan budaya kontemporer dari Kota Kembang masa kini.
Dalam
upaya bertransformasi, PT Pos Indonesia melakukan sejumlah perubahan mendasar
yang mencakup tujuh aspek utama, yaitu adanya transformasi bisnis, transformasi
produk dan saluran distribusi. Transformasi proses, transformasi
teknolo, transformasi sumber daya manusia, transformasi organisasi, serta
transformasi budaya kerja.
Hadirnya POSCO. Bandung dinilai
menjadi angin segar bagi pariwisata Bandung. Kini, wisatawan bisa menikmati
kekinian dalam balutan destinasi heritage yang mengingatkan pada kejayaan masa
lalu Kota Kembang di masa Hindia Belanda.
POSCO. Bandung terbukti berhasil menyatukan pesona arsitektur lawas dengan kemewahan dan kemudahan masa kini. Kini, bangunan megah di persimpangan Asia Afrika ini menjadi ikon wisata heritage modern yang wajib dikunjungi bagi setiap pelancong di Kota Kembang.
By : FNI
Komentar
Posting Komentar