Langsung ke konten utama

KEINDAHAN MASJID AL JABBAR DI MALAM HARI JADI MAGNET BARU WISATAWAN


Gambar dari Fajri

       BANDUNG - Libur panjang 11-12 Maret 2024 lalu membuat Masjid Al Jabbar Bandung mendadak ramai didatangi wisatawan. Desain bangunan ikonik ini mencuri perhatian dan menjadi magnet wisata religi bagi umat Muslim yang memanfaatkan momen cuti dengan berwisata sekaligus beribadah.

Masjid Raya Al Jabbar yang berada di Kota Bandung merupakan salah satu ikon terbaru kebanggaan Provinsi Jawa Barat. Masjid yang didesain oleh Ridwan Kamil saat menjabat sebagai Wali Kota Bandung ini akhirnya selesai dibangun dan diresmikan pada Desember 2022.

Terletak di Jl. Cimincrang No.14, Cimenerang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat, bangunan bernama Masjid Al Jabbar ini dikenal dengan julukan "Masjid Terapung" yang unik.

Megahnya cahaya lampu yang menyinari Masjid Al Jabbar di malam hari sukses mencuri perhatian wisatawan saat libur panjang 11-12 Maret lalu. Keunikan desain bangunan yang telah menarik di siang hari kian memesona dengan tata pencahayaan yang apik pada malam harinya.

Masjid Al Jabbar dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti area ibadah, tempat praktik manasik haji, akomodasi penginapan, perpustakaan, ruang pertemuan, dan juga museum-museum. Berdasarkan unggahan di akun Instagram @ridwankamil, direncanakan akan terdapat museum yang mengkhusus memuat informasi mengenai Rasulullah serta museum khusus Al-Quran di lantai dasar bangunan masjid ini.

"Kalau siang hari keunikannya dari desain bangunannya, tapi kalau malam hari keindahannya justru dari gemerlap cahayanya yang menawan," ungkap Fajri, salah satu wisatawan asal Jakarta yang mengunjungi Masjid Al Jabbar.

Fajri mengaku terpesona dengan megahnya tata pencahayaan yang menghiasi masjid pada malam hari. Gemerlap cahaya yang menyinari bangunan tersebut seolah membuat Masjid Al Jabbar bersinar bagaikan mutiara di malam hari.

"Foto-foto di malam hari jadi terlihat sangat instagramable dan kece. Pantas saja masjid ini jadi primadona baru buat para pencari spot foto kekinian," ungkap Fajri.

Libur panjang 11-12 Maret 2024 lalu membuat Masjid Al Jabbar Bandung mendadak ramai didatangi wisatawan. Desain bangunan ikonik ini mencuri perhatian dan menjadi magnet wisata religi bagi umat Muslim yang memanfaatkan momen cuti dengan berwisata sekaligus beribadah.

"Pas kemarin libur panjang, kondisi masjid jadi ramai banget. Banyak pengunjung yang datang untuk sholat, wisata foto-foto atau sekedar melihat-lihat masjid," ungkap Fajri, pengunjung Masjid Al Jabbar.

Fajri mengatakan, lonjakan pengunjung terjadi sejak H-2 menjelang libur panjang. Puncaknya terjadi pada 11 dan 12 Maret lalu. Pada hari-hari tersebut, antrean panjang tak terhindarkan dari pagi hingga malam hari. Meski begitu, antrean panjang ternyata masih terus berlanjut bahkan hingga larut malam.

Hal tersebut tak lepas dari megahnya cahaya lampu yang menyinari masjid pada malam hari. Keunikan desain bangunan yang telah menarik perhatian di siang hari, kian memesona dengan permainan cahaya apik pada malam harinya.

"Yang datang memang kebanyakan dari luar Bandung. Kalau malam hari, wisatawan yang datang malah lebih banyak lagi. Mereka terpesona dengan keindahan cahaya di masjid ini," jelas Fajri.

Lengkapnya fasilitas seperti tempat ibadah, museum tentang Rasulullah dan Al-Quran, serta penginapan yang tersedia membuat Masjid Al Jabbar semakin layak menjadi tujuan wisata religi unggulan. Gemerlap cahaya di malam hari pun menjadi magnet baru yang memikat para wisatawan untuk mengunjungi ikon bangunan ini.


                                                                                                                                                By : FNI

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MUMUSO Braga Bandung: Destinasi Belanja Terbaru dengan Konsep Unik dan Produk Berkualitas

  Kondisi MUMUSO Braga (Sumber Pribadi) Bandung, 14 Juni 2024 – Kota Bandung kembali menambah daya tariknya dengan hadirnya MUMUSO, gerai retail internasional yang dikenal dengan konsep unik dan produk berkualitas. Bertempat di Braga City Walk, MUMUSO menawarkan pengalaman belanja yang menyenangkan dengan beragam produk mulai dari peralatan rumah tangga, kecantikan, hingga aksesoris yang modern, dan stylish MUMUSO, yang berasal dari Korea Selatan, telah membuka gerai barunya di jantung Kota Bandung, tepatnya di Braga City Walk. Dengan desain toko yang menarik dan suasana yang nyaman, MUMUSO Braga Bandung diharapkan menjadi destinasi belanja favorit bagi masyarakat Bandung dan wisatawan yang berkunjung. Gerai ini menawarkan berbagai macam produk berkualitas dengan harga yang terjangkau. Produk-produk yang dijual di MUMUSO mencakup peralatan rumah tangga, produk kecantikan, alat tulis, mainan, aksesoris, dan barang-barang elektronik kecil. Salah satu daya tarik utama dari MUMUSO a...

Serunya Berburu Tiramisusu Viral di Jalan Braga, Bandung Jawa Barat

  Bandung, 30 Maret 2024 – Tiada lain tiada bukan, siapa yang tidak mengenal oleh-oleh terkenal dari kota Kembang ini? Yap, Tiramisusu yang berada di salah satu jalan Braga, Bandung. Belakangan ini, keberadaan kuliner kekinian berbahan dasar coklat, tiramisu, dan susu tersebut tengah menjadi buah bibir di kalangan pecinta kuliner manis, Antrian panjang tak terelakkan setiap harinya, menjadi bukti akan popularitas Tiramisusu Braga yang kian melejit. Rahasia di balik keviralannya terletak pada perpaduan rasa yang unik dan tampilannya yang menarik. Perpaduan rasa coklat, tiramisu, dan susu menghasilkan sebuah sensasi rasa manis dan gurih yang memanjakan lidah. Ditambah dengan topping kekinian seperti oreo dan remahan coklat, Tiramisusu Braga menjadi hidangan penutup yang sempurna. Perbesar Foto:Snow Mountain (dok. Fanessa) Kepopuleran Tiramisusu Braga tak hanya menjadikannya sebagai jajanan kekinian favorit, tetapi juga destinasi kuliner baru di Kota Bandung. Kedai ini terletak di Jal...

Menelusuri Jejak Sejarah di Titik Nol Kilometer Stasiun Bandung: Warisan Kolonial yang Masih Berdiri Kokoh

  Bandung, 2 Mei 2024 – Di tengah hiruk pikuk Kota Kembang, berdiri megah Stasiun Bandung, saksi bisu perjalanan sejarah panjang kota ini. Di balik arsitekturnya yang menawan, terdapat kisah menarik tentang titik nol kilometer yang menjadi simbol awal penjelajahan di Jawa Barat. Dibangun pada tahun 1883, Stasiun Bandung awalnya dikenal sebagai Stasiun Andir. Dibangun atas prakarsa Andries Adrien De Clerq, seorang pengusaha Belanda, stasiun ini menjadi gerbang utama menuju Priangan Timur dan Jawa Barat. Seiring perkembangan zaman, nama stasiun ini diubah menjadi Stasiun Bandung pada tahun 1910. Di depan Stasiun Bandung, terdapat sebuah monumen kecil dengan tulisan "0 KM". Monumen ini menandakan titik nol kilometer jalur kereta api di Jawa Barat. Dari titik ini, terbentang rel kereta api yang menghubungkan berbagai kota di Jawa Barat, membuka akses perdagangan dan mempermudah mobilitas penduduk. Stasiun Bandung bukan hanya stasiun biasa. Di sini, terjalin kisah-kisah sejarah, ...