Langsung ke konten utama

RASAKAN KEMERIAHAN RAMADHAN DI MASJID AGUNG SUKABUMI, SEMARAK WISATA RELIGI PENUH IBADAH

 

Gambar dari Fajri

SUKABUMI- 12 Maret 2024 Masjid Agung Kota Sukabumi menjadi pusat perhatian selama bulan suci Ramadhan 1445H dengan menyajikan berbagai kegiatan yang memukau para pengunjung dan warga setempat. Dengan arsitektur yang megah dan sejarah yang kaya, masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai destinasi wisata spiritual yang menarik.

Salah satu kegiatan unggulan yang menghiasi bulan Ramadhan adalah pelaksanaan tarawih di Masjid Agung. Setiap malam, ribuan umat Muslim berkumpul di dalam masjid yang bernuansa islami ini, merasakan keharuman bunga dan kelembutan karpet yang meliputi seluruh area ibadah. Pengalaman beribadah di Masjid Agung Kota Sukabumi pada malam-malam Ramadhan menjadi momen yang tak terlupakan bagi para pengunjung.

Tak hanya itu, masjid ini juga menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial, seperti pembagian takjil dan makanan berbuka puasa gratis untuk masyarakat sekitar. Program ini diinisiasi oleh komunitas masjid dan mendapatkan dukungan penuh dari para donatur lokal. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkan, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial di antara warga kota.

Bagi wisatawan yang mengunjungi Kota Sukabumi selama bulan Ramadhan, Masjid Agung menjadi tujuan utama yang menggabungkan keindahan arsitektur, kekayaan sejarah, dan kehangatan kegiatan keagamaan. Dengan demikian, masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga merajut kebersamaan dan keakraban di tengah-tengah masyarakat Kota Sukabumi yang multikultural.

Ramadhan tahun ini, Masjid Agung Kota Sukabumi tidak hanya menjadi tempat ibadah semata. Namun, masjid bersejarah ini juga menghadirkan berbagai acara religi yang terbuka untuk umum dan dapat dijadikan program wisata spiritual bagi wisatawan.

Rangkaian kegiatan dibuka dengan pembekalan khatib yang digelar pada 22 Maret lalu. Dengan mengundang penceramah kondang, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas ceramah para khatib di wilayah Sukabumi.

Achmad Fahmi, Ketua DKM Masjid Agung Kota Sukabumi, mengungkapkan bahwa kegiatan ini akan berlangsung sepanjang 1-30 Ramadan 1445 H. Berbagai macam acara, mulai dari majelis ilmu hingga seminar kepemudaan, telah dipersiapkan. Terlaksananya agenda ini merupakan hasil kolaborasi pemerintah dan pihak swasta.

Salah satu sorotan menarik adalah seminar kepemudaan yang menghadirkan pendakwah ternama, Peggy Melati Sukma dan suaminya, Wisnu Thandra. Fahmi menekankan bahwa seluruh kegiatan ini didesain untuk menghidupkan kembali semangat Ramadan dan memupuk kesadaran spiritual warga Sukabumi.

"Buka puasa bersama menjadi momen istimewa yang dinantikan. Warga dan wisatawan dapat merasakan khidmat berbuka puasa di Masjid Agung sekaligus menikmati kuliner khas Sukabumi yang kami sediakan," tutur Fajri.

Abdul Kohar, Ketua Remaja Masjid Agung Kota Sukabumi, menambahkan bahwa sepanjang satu bulan penuh, sejumlah agenda rutin akan diselenggarakan. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi shalat tarawih berjamaah, buka puasa bersama (iftar jama'i), tausiah sebelum buka puasa, tausiah sebelum shalat witir, tausiah setelah shalat subuh, peringatan Nuzulul Quran, iktikaf selama 10 malam terakhir, pelayanan zakat fitrah, serta shalat Idul Fitri.

"Dalam kurun waktu seminggu, kegiatan yang rutin dilaksanakan adalah shalat tarawih, tausiah subuh, dan buka puasa bersama. Kami menyediakan hidangan untuk buka puasa dengan menu yang bervariasi, mulai dari kudapan ringan hingga nasi kotak, tergantung dari sumbangan para donatur. Kontribusi didapatkan dari berbagai kalangan, seperti instansi pemerintah, perusahaan, hingga masyarakat Kota Sukabumi sendiri. Kami mengajak seluruh lapisan untuk turut berpartisipasi," ungkap Abdul.

Lebih lanjut, Abdul menyampaikan bahwa pada masa iktikaf selama 10 malam terakhir Ramadhan, pihaknya akan menyediakan fasilitas konsumsi sahur bagi para peserta iktikaf.              

                                                                                                                                                       By : FNI

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MUMUSO Braga Bandung: Destinasi Belanja Terbaru dengan Konsep Unik dan Produk Berkualitas

  Kondisi MUMUSO Braga (Sumber Pribadi) Bandung, 14 Juni 2024 – Kota Bandung kembali menambah daya tariknya dengan hadirnya MUMUSO, gerai retail internasional yang dikenal dengan konsep unik dan produk berkualitas. Bertempat di Braga City Walk, MUMUSO menawarkan pengalaman belanja yang menyenangkan dengan beragam produk mulai dari peralatan rumah tangga, kecantikan, hingga aksesoris yang modern, dan stylish MUMUSO, yang berasal dari Korea Selatan, telah membuka gerai barunya di jantung Kota Bandung, tepatnya di Braga City Walk. Dengan desain toko yang menarik dan suasana yang nyaman, MUMUSO Braga Bandung diharapkan menjadi destinasi belanja favorit bagi masyarakat Bandung dan wisatawan yang berkunjung. Gerai ini menawarkan berbagai macam produk berkualitas dengan harga yang terjangkau. Produk-produk yang dijual di MUMUSO mencakup peralatan rumah tangga, produk kecantikan, alat tulis, mainan, aksesoris, dan barang-barang elektronik kecil. Salah satu daya tarik utama dari MUMUSO a...

Serunya Berburu Tiramisusu Viral di Jalan Braga, Bandung Jawa Barat

  Bandung, 30 Maret 2024 – Tiada lain tiada bukan, siapa yang tidak mengenal oleh-oleh terkenal dari kota Kembang ini? Yap, Tiramisusu yang berada di salah satu jalan Braga, Bandung. Belakangan ini, keberadaan kuliner kekinian berbahan dasar coklat, tiramisu, dan susu tersebut tengah menjadi buah bibir di kalangan pecinta kuliner manis, Antrian panjang tak terelakkan setiap harinya, menjadi bukti akan popularitas Tiramisusu Braga yang kian melejit. Rahasia di balik keviralannya terletak pada perpaduan rasa yang unik dan tampilannya yang menarik. Perpaduan rasa coklat, tiramisu, dan susu menghasilkan sebuah sensasi rasa manis dan gurih yang memanjakan lidah. Ditambah dengan topping kekinian seperti oreo dan remahan coklat, Tiramisusu Braga menjadi hidangan penutup yang sempurna. Perbesar Foto:Snow Mountain (dok. Fanessa) Kepopuleran Tiramisusu Braga tak hanya menjadikannya sebagai jajanan kekinian favorit, tetapi juga destinasi kuliner baru di Kota Bandung. Kedai ini terletak di Jal...

Menelusuri Jejak Sejarah di Titik Nol Kilometer Stasiun Bandung: Warisan Kolonial yang Masih Berdiri Kokoh

  Bandung, 2 Mei 2024 – Di tengah hiruk pikuk Kota Kembang, berdiri megah Stasiun Bandung, saksi bisu perjalanan sejarah panjang kota ini. Di balik arsitekturnya yang menawan, terdapat kisah menarik tentang titik nol kilometer yang menjadi simbol awal penjelajahan di Jawa Barat. Dibangun pada tahun 1883, Stasiun Bandung awalnya dikenal sebagai Stasiun Andir. Dibangun atas prakarsa Andries Adrien De Clerq, seorang pengusaha Belanda, stasiun ini menjadi gerbang utama menuju Priangan Timur dan Jawa Barat. Seiring perkembangan zaman, nama stasiun ini diubah menjadi Stasiun Bandung pada tahun 1910. Di depan Stasiun Bandung, terdapat sebuah monumen kecil dengan tulisan "0 KM". Monumen ini menandakan titik nol kilometer jalur kereta api di Jawa Barat. Dari titik ini, terbentang rel kereta api yang menghubungkan berbagai kota di Jawa Barat, membuka akses perdagangan dan mempermudah mobilitas penduduk. Stasiun Bandung bukan hanya stasiun biasa. Di sini, terjalin kisah-kisah sejarah, ...